Bahaya kebakaran

Cara Mencegah Korsleting Listrik

Korsleting listrik tidak hanya berbahaya bagi penghuni rumah, namun juga bagi sekitar. Kenapa? Tidak lain karena korsleting listrik dapat menyebabkan percikan api, terbakarnya kabel internal, hingga menyebabkan kebakaran.

Kebakaran yang merambat biasanya terjadi karena korsleting listrik yang awalnya tidak diketahui. Hal-hal besar dimulai dari hal sederhana. Apa saja yang dapat dilakukan agar korsleting listrik tidak terjadi?

Jangan biarkan tusukan listrik, seperti kabel TV menancap terlalu lama di stop kontak.
Menumpuk steker tidak boleh berlebihan, karena dapat menyebabkan panas yang berpotensi mengakibatkan kebakaran.
Jangan tergiur harga murah, gunakan peralatan listrik yang berkualitas.Contohnya adalah yang berlambang SNI maupun LMK.
Jangan mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB).
Jika hendak mengganti ataupun menambah instalasi listrik di rumah, serahkan kepada instalatir resmi.
Periksa intalasi listrik bangunan secara berkala, minimal 5 tahun sekali. Terutama jika mendiami rumah baru.
Hindari penggunaan tusuk kontak terlalu longgar. Bila ingin memasang terminal di stop kontak, hindari memasang terlalu banyak karena dapat meningkatkan kekuatan hantar arus.

GSolusi

Keselamatan Listrik

Keselamatan listrik  adalah pekerjaan yang memiliki resiko tinggi yang dapat menyebabkan fatality.

Dalam pekerjaan listrik, banyak yang mengalami cedera bahan meninggal tersetrum listrik. Arti dari tersetrum adalah sensasi yang mengejutkan atau kontaksi otot dimana seseorang mengalami aliran listrik menjalar ditubuhnya. Tersetrum dapat mengakibatkan luka bakar yang serius bahkan membunuh jika kontraksi otot cukup parah hingga menghentikan detak jantung. Dari banyak kasus yang terjadi kontraksi otot ini dapat menyebabkan korban tetap tertahan pada sumber listrik khususnya ketika perkakas listrik sedang digunakan.

Tubuh manusia termasuk penghantar listrik. Walaupun tegangan listrik rendah dapat menyebabkan feke kesehatan yang parah bahkan dapat mengakibatkan kematian tergantung dari  arus listrik yang mengalir ke tubuh dan jalur yang dilewati dan durasi paparan.

Efek Sengatan Listrik
EffectDC Current (mA)
Kematian120+
Ventricular Fibrillation50-120
Paralysis of Diaphragm20-50
Membuat tangan “lengket”16-20
Involuntary Reflexes4-9
Perception1-4

Pada kejadian seorang karyawan mengalami sengatan listrik, hal yang vital adalah rekan karyawan tersebut bertindak langsung berusaha untuk mengurangi cidera pada korban. Hubungi penyedia tanggap darurat secepatnya sehingga mereka langsung ke lokasi kejadian untuk membantu korban.

Melepaskan Korban dari Sengatan Listrik Aktif

Ketika seseorang datang dan menyentuh tegangan listrik yang dengan voltase yang cukup besar sehingga menyebabkan tersetrum prioritas utama yang harus Anda lakukan adalah menyingkirkan aliran arus listrik. Umumnya tidak hanya mematikan mesin, alat atau perkakas. Anda harus memotong aliran dari sumbernya dengan memutuskan listrik atau mencabut soket perkakas listrik.

Dalam beberapa keadaan mungkin hal ini tidak memungkinkan untuk melakukannya dengan cepat. Sampai sini mungkin pilihan anda hanya memutuskan kontak antara aliran listrik dan korban. Hal ini dapat dilakukan dengan memindahkan korban menjauh dari sumber listrik. Untuk melakukan hal ini dengan aman tanpa membahayakan diri Anda maka Anda tidak boleh menjadi penghantar listrik lainnya. Netralkan diri Anda dari listrik sebelum menolong korban – kenakan sarung tangan yang kering untuk menutupi tangan Anda dengan kain, kayu atau pakaian. Pastikan Anda memiliki pijakan yang bagus dan tidak terpeleset atau terjatuh ketika mencoba memindahkan korban.

Berikut ini beberapa item yang biasa digunakan:

  • Professional non-conductive release hook (best option and relatively inexpensive)
  • potogan kayu pangan (2×4, etc)
  • Pegangan sapu
  • Pendeng kulit (potong bagian besi )
  • Tali kering
  • Selimut, pakaian atau material non konduktif yang kering lainnya

Ketika korban telah dipindahkan dari aliran listrik, periksalah napas dan detak jantung korbat tersebut. Jika pernafasan terhenti, tetapi denyut nadi korban masih ada, berikan nafas buatan dari mulut ke mulut (CPR). Jika detak jantuk telah berhenti, lakukan napas buatan (CPR). Jika kedua jantung dan nafas telah berhenti, lagnsung berikan nafas bantaun (CPR). Gunakan selimut untuk menjaga korban tetap hanyat dan angkat kaki korban sedikit diatas tangkat kepala untuk meringankan efek tersetrum.

source : Keselamatan K3