Keselamatan K3

Hemat Listrik Saat Resesi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara yang minus selama dua kuartal berturut-turut akan berakibat resesi. Resesi juga mulai menghantui Indonesia akibat adanya pandemi virus corona (COVID-19). Beberapa negara sudah mengumumkan secara resmi kondisi resesi di negaranya masing-masing, seperti Jerman, Korea Selatan dan lainnya.

Mengantisipasi kedatangan resesi ini di Indonesia, penghematan dalam berbagai pengeluaran dan kebutuhan harus dilakukan secara ketat. Pengetatan pengeluaran yang dialokasikan untuk kebutuhan sekunder harus sudah diperketat sedangkan untuk kebutuhan dasar dilakukan dengan bijak.

Pengeluaran biaya Listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang ikut dihemat dan dikurangi sebisanya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menghemat hal ini :

  1. Pastikan sistim kelistrikan properti anda dalam keadaan aman dan stabil. Aman dalam hal ini adalah bahwa perangkat listrik seperti MCB, stop kontak, kabel dan jalur nya sudah dalam keadaan aman. Stabil dalam hal ini adalah arus maupun voltase yang ada sudah sesuai dengan kondisi batas wajar, untuk listrik 3 phasa demikian juga bila arus beban dipastikan balance untuk ketiga jalur arusnya. Dan tidak lupa sistim kelistrikan juga menggunakan grounding yang baik.
  1. Pastikan peralatan yang menggunakan motor tidak dalam keadaan rusak yang mengakibatkan kebocoran arus atau memberikan beban arus yang tidak efisien. Untuk ini diperlukan pembersihan, perawatan dan kalau diperlukan dilakukan perbaikan pada perangkat tersebut. Perangkat ini berupa AC, Pompa Air, kipas listrik dan lain sebagainya yang menggunakan motor.
  2. Setelah itu sudah terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah dengan membiasakan pola hemat penggunaan listrik seperti :
  3. Selalu mematikan perangkat listrik dan lampu bila tidak diperlukan.
  4. Mengganti lampu dengan yang hemat energi
  5. Menggunakan AC, Pemanas Air, Mesin Cuci dan peralatan yang menggunakan motor seperlunya saja.
  6. Untuk pengguna pompa air, sedapat mungkin gunakan penampungan air untuk menghemat penggunaan pompa
  7. Gunakan AC dengan suhu yang tidak dibawah 20 derajat Cescius agar kerja motor AC tidak berat yang mengakibatkan pemborosan energi listrik
  8. Hindari pemakaian perangkat yang membutuhkan energi listrik besar secara bersamaan
  9. Sebisanya selalu mencabut steker listrik apabila sudah tidak menggunakan peralatan listrik tersebut.
  10. Selalu memeriksa dan memastikan semua perlengkapan listrik dalam keadaan mati (tidak ada power) saat tidak digunakan.

Demikian tips untuk menghemat energi listrik yang memberikan penurunan biaya pemakaian listrik.

Untuk mengetahui keamanan sistim kelistrikan properti anda, dapat menghubungi kami melalui HP 0813 8652 3535 atau email ke: gsolusi@gmail.com.

Keselamatan Listrik

Keselamatan listrik  adalah pekerjaan yang memiliki resiko tinggi yang dapat menyebabkan fatality.

Dalam pekerjaan listrik, banyak yang mengalami cedera bahan meninggal tersetrum listrik. Arti dari tersetrum adalah sensasi yang mengejutkan atau kontaksi otot dimana seseorang mengalami aliran listrik menjalar ditubuhnya. Tersetrum dapat mengakibatkan luka bakar yang serius bahkan membunuh jika kontraksi otot cukup parah hingga menghentikan detak jantung. Dari banyak kasus yang terjadi kontraksi otot ini dapat menyebabkan korban tetap tertahan pada sumber listrik khususnya ketika perkakas listrik sedang digunakan.

Tubuh manusia termasuk penghantar listrik. Walaupun tegangan listrik rendah dapat menyebabkan feke kesehatan yang parah bahkan dapat mengakibatkan kematian tergantung dari  arus listrik yang mengalir ke tubuh dan jalur yang dilewati dan durasi paparan.

Efek Sengatan Listrik
EffectDC Current (mA)
Kematian120+
Ventricular Fibrillation50-120
Paralysis of Diaphragm20-50
Membuat tangan “lengket”16-20
Involuntary Reflexes4-9
Perception1-4

Pada kejadian seorang karyawan mengalami sengatan listrik, hal yang vital adalah rekan karyawan tersebut bertindak langsung berusaha untuk mengurangi cidera pada korban. Hubungi penyedia tanggap darurat secepatnya sehingga mereka langsung ke lokasi kejadian untuk membantu korban.

Melepaskan Korban dari Sengatan Listrik Aktif

Ketika seseorang datang dan menyentuh tegangan listrik yang dengan voltase yang cukup besar sehingga menyebabkan tersetrum prioritas utama yang harus Anda lakukan adalah menyingkirkan aliran arus listrik. Umumnya tidak hanya mematikan mesin, alat atau perkakas. Anda harus memotong aliran dari sumbernya dengan memutuskan listrik atau mencabut soket perkakas listrik.

Dalam beberapa keadaan mungkin hal ini tidak memungkinkan untuk melakukannya dengan cepat. Sampai sini mungkin pilihan anda hanya memutuskan kontak antara aliran listrik dan korban. Hal ini dapat dilakukan dengan memindahkan korban menjauh dari sumber listrik. Untuk melakukan hal ini dengan aman tanpa membahayakan diri Anda maka Anda tidak boleh menjadi penghantar listrik lainnya. Netralkan diri Anda dari listrik sebelum menolong korban – kenakan sarung tangan yang kering untuk menutupi tangan Anda dengan kain, kayu atau pakaian. Pastikan Anda memiliki pijakan yang bagus dan tidak terpeleset atau terjatuh ketika mencoba memindahkan korban.

Berikut ini beberapa item yang biasa digunakan:

  • Professional non-conductive release hook (best option and relatively inexpensive)
  • potogan kayu pangan (2×4, etc)
  • Pegangan sapu
  • Pendeng kulit (potong bagian besi )
  • Tali kering
  • Selimut, pakaian atau material non konduktif yang kering lainnya

Ketika korban telah dipindahkan dari aliran listrik, periksalah napas dan detak jantung korbat tersebut. Jika pernafasan terhenti, tetapi denyut nadi korban masih ada, berikan nafas buatan dari mulut ke mulut (CPR). Jika detak jantuk telah berhenti, lakukan napas buatan (CPR). Jika kedua jantung dan nafas telah berhenti, lagnsung berikan nafas bantaun (CPR). Gunakan selimut untuk menjaga korban tetap hanyat dan angkat kaki korban sedikit diatas tangkat kepala untuk meringankan efek tersetrum.

source : Keselamatan K3